<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pencinta Buku</title>
	<atom:link href="http://pencintabuku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pencintabuku.wordpress.com</link>
	<description>Buku adalah Guru Paling Sabar</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Aug 2008 16:45:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pencintabuku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pencinta Buku</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pencintabuku.wordpress.com/osd.xml" title="Pencinta Buku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pencintabuku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lomba Resensi “Behind Indonesia Headlines”</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/08/29/lomba-resensi-%e2%80%9cbehind-indonesia-headlines%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/08/29/lomba-resensi-%e2%80%9cbehind-indonesia-headlines%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 16:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/2008/08/29/lomba-resensi-%e2%80%9cbehind-indonesia-headlines%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[PowerPR Global Publishing akan memberikan penghargaan khusus kepad para jurnalis yang peduli pada masalah bangsa melalui lomba resensi buku “Behind Indonesia Headlines” Ketentuan lomba resensi: 1. Buku yang diresensi adalah “Behind Indonesia Headlines” 2. Peserta adalah jurnalis yang masih aktif bekerja di media cetak maupun elektronik, dibuktikan dengan fotocopy karu pers yang masih berlaku 3. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=77&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PowerPR Global Publishing  akan memberikan penghargaan khusus kepad para jurnalis yang peduli pada masalah bangsa melalui lomba resensi buku “Behind Indonesia Headlines”<span id="more-77"></span></p>
<p>Ketentuan lomba resensi:<br />
1. Buku yang diresensi adalah “Behind Indonesia Headlines”<br />
2. Peserta adalah jurnalis yang masih aktif bekerja di media cetak maupun        elektronik, dibuktikan dengan fotocopy karu pers yang masih berlaku<br />
3. Peserta dapat mendaftar sebagai peserta lomba dengan mengisi formulir pendaftaran yang dapat diakses melalui website www. wiloto.com<br />
4. Formulir harus diisi lengkap dan dikirimkan bersama resensi<br />
5. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik. Diketik 2 (dua) spasi minimal 1500 karakter<br />
6. Naskah yang dikirim adalah asli, bukan jiplakan. Naskah resensi harus sudah pernah dimuat dimedia sebelum lomba ditutup<br />
7. Naskah yang dikirim dibuat rangkap dua.<br />
8. Naskah lengkap dikirimkan ke:</p>
<p>Panitia Lomba Resensi Buku Behind Indonesia Headlines<br />
PowerPR &#8211; Global Publishing<br />
Intiland Tower Lt 19<br />
Jl. Jend Sudirman Kav 32-Jakarta 10220<br />
9. Pada amplop sebelah kiri dituliskan Lomba Resensi Buku<br />
10. Naskah diterima Panitia Lomba Resensi paling lambat tanggal 15   November 2008</p>
<p>11.  Pemenang lomba akan diinformasikan lewat website www.wiloto.com   pada tanggal: 05 Desember 2008</p>
<p>12.  Seluruh naskah menjadi hak panitia dan tidak diadakan surat menyurat</p>
<p>Hadiah :</p>
<p>- Pemenang I Rp 10.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute seharga</p>
<p>   Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari Global Publication.</p>
<p>- Pemenang II Rp 7.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute seharga</p>
<p>   Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari Global Publication.</p>
<p>- Pemenang III Rp.5.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute seharga</p>
<p>   Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari Global Publication.</p>
<p>- Pemenang Harapan I, II dan III masing – masing Rp 2.000.000,-,</p>
<p>  Rp 1.500.000,- dan Rp 1.000.00,- +  kenang-kenangan  dari Global Publication</p>
<p>Best Regards</p>
<p>Ineke Novianty S</p>
<p>Media Relations</p>
<p>PowerPR &#8211; Christovita Wiloto &amp; Co.</p>
<p>email: ineke_powerpr@&#8230;<br />
Mobile : +628170008344</p>
<p>Homepage : www.wiloto.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/77/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/77/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=77&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/08/29/lomba-resensi-%e2%80%9cbehind-indonesia-headlines%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lomba Menulis Kampanye Peduli Hepatitis B</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/08/06/lomba-menulis-kampanye-peduli-hepatitis-b/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/08/06/lomba-menulis-kampanye-peduli-hepatitis-b/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 05:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[« Previous: Lomba Foto &#38; Menulis Artikel The 3rd National Medical Journalism Updates FKUI Next: Lomba Web dan Blog Sekolah Nasional 2008 » Info Beasiswa KOMPETISI MENULIS JURNALIS MENGENAI KAMPANYE PEDULI HEPATITIS B: “HEPATITIS B, PERIKSA SEKARANG!” August 2, 2008 – 10:32 pm Deadline: 9 Agustus 2008 KOMPETISI MENULIS JURNALIS MENGENAI&#160; KAMPANYE PEDULI HEPATITIS B: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=75&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>« Previous: Lomba Foto &amp; Menulis Artikel The 3rd National Medical Journalism Updates FKUI   Next: Lomba Web dan Blog Sekolah Nasional 2008 »</p>
<p>Info Beasiswa</p>
<p>KOMPETISI MENULIS JURNALIS MENGENAI KAMPANYE PEDULI HEPATITIS B: “HEPATITIS B, PERIKSA SEKARANG!”<br />
August 2, 2008 – 10:32 pm</p>
<p>Deadline: 9 Agustus 2008</p>
<p>KOMPETISI MENULIS JURNALIS MENGENAI&nbsp; KAMPANYE PEDULI HEPATITIS B: &quot;HEPATITIS B, PERIKSA SEKARANG!&quot;<br />
Jakarta, 15 Juli 2008<br />
Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) meluncurkan program kompetisi menulis tentang Hepatitis B yang diperuntukkan kepada jurnalis media cetak.<br />
Menurut Ketua PPHI,&quot;Kompetisi ini merupakan apresiasi dari PPHI, POKJA Hepatitis Departemen Kesehatan dan kalangan medis kepada para jurnalis. Mereka adalah [...]</p>
<p>Deadline: 9 Agustus 2008<span id="more-75"></span></p>
<p>KOMPETISI MENULIS JURNALIS MENGENAI  KAMPANYE PEDULI HEPATITIS B: &#8220;HEPATITIS B, PERIKSA SEKARANG!&#8221;</p>
<p>Jakarta, 15 Juli 2008</p>
<p>Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) meluncurkan program kompetisi menulis tentang Hepatitis B yang diperuntukkan kepada jurnalis media cetak.</p>
<p>Menurut Ketua PPHI,&#8221;Kompetisi ini merupakan apresiasi dari PPHI, POKJA Hepatitis Departemen Kesehatan dan kalangan medis kepada para jurnalis. Mereka adalah ujung tombak penerus informasi kepada masyarakat dalam kampanye Hepatitis B ini&#8221;.</p>
<p>Kompetisi menulis diadakan sejak diluncurkan program ini dan berakhir pada awal Agustus 2008 mendatang. Anggota dewan juri terdiri dari dr. Irsan Hasan, SpPD KGEH, mewakili PPHI; Dr. dr. Julitasari Sundoro, MSc, mewakili POKJA Hepatitis-Departemen Kesehatan dan Irwan Julianto mewakili harian KOMPAS.</p>
<p>Sebenarnya apakah Hepatitis B itu? Hepatitis B adalah penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Infeksi Hepatitis B kronik atau jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan hati yang parah seperti: pengerasan hati (Sirosis) dan kanker hati (Karsinoma Hepatoseluler) yang dapat mengakibatkan kematian.</p>
<p>Virus Hepatitis B (VHB) menyerang tanpa pandang bulu, baik anak-anak ataupun orang dewasa. &#8220;Infeksi tersembunyi&#8221; dari penyakit ini membuat sebagian besar orang merasa sehat dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi dan berpotensi untuk menularkan virus tersebut kepada orang lain.</p>
<p>Faktanya, Hepatitis B adalah penyebab kematian nomor 10 di dunia. Hingga saat ini, 2 miliar orang terinfeksi di seluruh dunia, dan 350 juta orang berlanjut menjadi pasien dengan Infeksi Hepatitis B Kronik. Di Indonesia sendiri diperkirakan angka kejadian Infeksi Hepatitis B Kronik mencapai 5-10 % dari total jumlah penduduk.(Mohamed et al. J. Gastroenterol. Hepatol. 2004; 19:958-969)</p>
<p>Seperti yang dikatakan oleh Ketua PPHI, dr. Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH: &#8220;Dari tahun ke tahun, jumlah penderita Hepatitis B di Indonesia terus meningkat. Permasalahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi kesehatan saja, tetapi telah menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai bahaya Hepatitis B.&#8221;</p>
<p>Pada dasarnya, penyakit Hepatitis B dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, penyuntikan vaksin Hepatitis B dan jangan lupa periksakan kesehatan diri anda secara rutin. Sedangkan untuk penderita Hepatitis B, telah ada terapi pengobatan Hepatitis B. Saat ini, ada 4 jenis obat untuk penderita Hepatitis B yang telah terlisensi di Food &amp; Drug Administration (FDA) dan di Indonesia, yaitu: Entecavir (ETV), Lamivudine (LVD), Adefovir (ADV) dan Telbivudine (Ldt). Baik anda penderita ataupun non-penderita Hepatitis B disarankan untuk mencari informasi sebanyak mungkin mengenai infeksi VHB sehingga dapat menghindari atau meminimalkan penularan penyakit ini.</p>
<p>Program kompetisi menulis jurnalis ini merupakan langkah awal dari Kampanye Hepatitis B yang dicanangkan PPHI, POKJA Hepatitis Departemen Kesehatan bersama institusi terkait lainnya. Diharapkan dengan kampanye ini segala informasi yang berkaitan dengan Hepatitis B dapat tersampaikan kepada masyarakat lewat media massa. &#8220;Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai penyakit ini, maka diharapkan masyarakat kita lebih berhati-hati dan waspada terhadap penyakit Hepatitis B.&#8221; tandas dokter yang telah berpengalaman di bidang ini.</p>
<p>Kampanye ini terselenggara atas kerjasama antara PPHI dan POKJA Hepatitis Departemen Kesehatan RI, didukung oleh PT Bristol-Myers Squibb Indonesia, Tbk.</p>
<p>Sekilas Tentang PPHI</p>
<p>Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) didirikan pada 27 Maret 1978 oleh Dr. RTL. Pang. PPHI merupakan perkumpulan medis seminat yang berfokus pada ilmu hepatologi dan penyakit hepatobilier. Sejak didirikan hingga sekarang, PPHI rutin mengadakan kampanye mengenai penyakit Hepatitis.</p>
<p>Saat ini dibawah pimpinan dr. Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH, PPHI telah memiliki 566 anggota dari pusat medis besar dari 19 propinsi di Indonesia yang terdiri dari klinisi, spesialis gastrohepatologi, spesialis anak, patologi, bedah dan spesialisasi lain. Keanggotaan PPHI bersifat terbuka untuk semua dokter yang tertarik pada ilmu Hepatologi dan Hepatobilier.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPHI, dapat menghubungi<br />
sekretariat PPHI di Jl. Kramat VI No. 5<br />
Jakarta Pusat 10430.<br />
Telfon: 021-3159610 ; Fax:<br />
021-3159610 dan e-mail ke pphi_org@yahoo.com .</p>
<p>Issued on behalf of PPHI</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:<br />
Feldani Effendy<br />
Denis communications<br />
Email :  feldani@deniscomm.com<br />
Mobile : 0816 1305658</p>
<p>WRITING COMPETITION FOR JOURNALIST: Kampanye Peduli Hepatitis B</p>
<p>Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dan POKJA Hepatitis Departemen Kesehatan RI, didukung oleh PT Bristol-Myers Squibb Indonesia, Tbk. Mengajak rekan-rekan media untuk turut dalam kompetisi menulis mengenai penyakit Hepatitis B.</p>
<p>Pendaftaran<br />
. Pendaftaran ditutup pada tanggal 9 Agustus 2008<br />
. Pemenang akan diumumkan pada 22 Agustus 2008<br />
. Untuk informasi pendaftaran hubungi Feldani Effendy (DeNi) di 0816 130 5658</p>
<p>Bukti publikasi harus dikirimkan lewat surat beserta daftar diri ke alamat:</p>
<p>Panitia Kompetisi Penulisan Artikel<br />
&#8220;Hepatitis B, Periksa Sekarang!&#8221;<br />
Attn.: Feldani<br />
Effendy – denis communications<br />
Jl. Radio Dalam<br />
No.2D, Lt.2<br />
Gandaria Utara<br />
Jakarta Selatan 12140</p>
<p>Dewan Juri</p>
<p>    . dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH – Humas PPHI</p>
<p>    . Dr. dr. Julitasari Sundoro, Msc – POKJA Hepatitis Virus PPM-Pl Dep Kes</p>
<p>    . Irwan Julianto- Senior Editor from Kompas</p>
<p>Narasumber (PPHI)</p>
<p>    . Prof. Dr. H. Ali Sulaiman, SpPD-KGEH</p>
<p>    . Dr. Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH</p>
<p>    . Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, SpPD-KGEH</p>
<p>    . Prof. Dr. H. Nurul Akbar, SpPD-KGEH</p>
<p>    . Prof. Dr. Laurentius A. Lesmana, PhD, SpPD-KGEH, FACG, FACP</p>
<p>    . Dr. Agus S. Waspodo, SpPD-KGEH</p>
<p>    . Dr. Rino A. Gani, SpPD-KGEH </p>
<p>Peserta</p>
<p>    * . Peserta adalah wartawan atau editor dari media cetak<br />
    * . Peserta dapat perorangan ataupun tim (Nama ketua tim yang pertama kali harus dicantumkan)<br />
    * . Setiap peserta dapat memasukkan lebih dari satu artikel<br />
    * . Artikel baru pertama kali terbit di media yang bersangkutan dengan periode terbit (18 Juni 2008 – 9 Agustus 2008)</p>
<p>Ketentuan:</p>
<p>    * . Artikel harus mengulas mengenai Hepatitis B<br />
    * . Artikel harus bersifat edukatif dan informatif<br />
    * . Artikel harus berdasarkan fakta dan fokus dengan kondisi pada masa ini<br />
    * . Artikel belum pernah dipublikasikan sebelumnya<br />
    * . Artikel bukan hasil kopian ataupun adopsi dari artikel sejenis<br />
    * . Panjang artikel minimum 5000 karakter</p>
<p>Kriteria Penilaian:</p>
<p>Penilaian dewan juri akan fokus pada konten dan konteks dari artikel::</p>
<p>I. Konten (Bobot penilaian: 75%)</p>
<p>1. Ide<br />
Orisinalitas ide dan pengayaan materi tulisan</p>
<p>2. Komprehensif<br />
a. Clarity: Memberikan gambaran yang jelas mengenai Hepatitis B<br />
b. Concise: Prioritas dalam penulisan<br />
c. Completeness: Kelengkapan fakta dan data</p>
<p>II. Konteks (Bobot penilaian: 25%)</p>
<p>1. Sistematika penulisan dan alur logis<br />
2. Gaya penulisan<br />
3. Gaya bahasa dan tata bahasa</p>
<p>Hadiah:</p>
<p>Juara I:</p>
<p>    * Piagam<br />
    * Bali tour (utk 2 org) termasuk akomodasi dan transportasi<br />
    * Kesempatan mengikuti Single Topic Conference APASL berskala regional di Bali<br />
    * Nokia N810</p>
<p>Juara II:</p>
<p>    * Piagam<br />
    * Laptop ASUS Eee PC8G-SE</p>
<p>Juara III:</p>
<p>    * Piagam<br />
    * Apple I-Pod Classic 160</p>
<p>Sumber: Kontribusi dari M. Solekhudin (inbox infolomba[at]gmail.com)<br />
Sumber: http://infolomba.blogsome.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=75&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/08/06/lomba-menulis-kampanye-peduli-hepatitis-b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lomba Menulis Cerpen Remaja</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/16/lomba-menulis-cerpen-remaja/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/16/lomba-menulis-cerpen-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 11:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Lip Ice &#8211; Selsun yang diproduksi PT. Rohto Laboratories Indonesia menggelar &#8216;Lomba Menulis Cerpen Remaja&#8217;. Ketagori pesertanya dibedakan, mulai anak SLTP, SMA dan kelompok Mahasisa yang bergabung dengan umum serta guru. Lomba ini memperebutkan total uang tunai Rp 80 juta rupiah: Untuk lengkapnya bisa dibaca di: sini Kategori A (Pelajar SLTP) - Pemenang I Uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=72&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lip Ice &#8211; Selsun yang diproduksi PT. Rohto Laboratories Indonesia menggelar &#8216;Lomba Menulis Cerpen Remaja&#8217;. Ketagori pesertanya dibedakan, mulai anak SLTP, SMA dan kelompok Mahasisa yang bergabung dengan umum serta guru.</p>
<p>Lomba ini memperebutkan total uang tunai Rp 80 juta rupiah: Untuk lengkapnya bisa dibaca di: <a href="http://rohto.teledatavintedge.com/lipice_contest/cerpen_info.php?b=home">sini</a> </p>
<p><span id="more-72"></span></p>
<p>         Kategori A (Pelajar SLTP)<br />
- Pemenang I Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP ICE – SELSUN GOLDEN AWARD<br />
- Pemenang II Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN<br />
- Pemenang III Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN<br />
- 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE SELSUN<br />
- 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO<br />
- Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007<br />
- Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapatkan 1 (satu) unit TV</p>
<p>  	Kategori B (Pelajar SLTA)<br />
- Pemenang I Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP ICE – SELSUN GOLDEN AWARD<br />
- Pemenang II Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN<br />
- Pemenang III Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN<br />
- 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE &#8211; SELSUN<br />
- 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO<br />
- Seluruh Pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007<br />
- Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapatkan 1 (satu) unit TV 	 </p>
<p>  	Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)<br />
- Pemenang I Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP ICE – SELSUN GOLDEN AWARD<br />
- Pemenang II Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN<br />
- Pemenang III Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE – SELSUN<br />
- 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam LIP ICE &#8211; SELSUN<br />
- 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Piagam LIP ICE SELSUN dan Bingkisan dari PT ROHTO<br />
- Seluruh Pemenang masing-masing mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR-2007<br />
- Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapatkan 1 (satu) unit TV</p>
<p>* Catatan:<br />
Pajak hadiah para pemenang ditanggung oleh PT. ROHTO Laboratories Indonesia</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=72&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/16/lomba-menulis-cerpen-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Jalan Menuju Sukses</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/16/7-jalan-menuju-sukses/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/16/7-jalan-menuju-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 07:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Bara Shafiyyah Judul Buku : 7 Habits of Highly Effective People Penulis : Stephen R. Covey Penerbit : Binarupa Aksara Jumlah halaman : 346 Dunia berubah dengan sangat cepat. Ada milyaran manusia di dunia ini. Ada ratusan buku yang terbit setiap hari. Ada jutaan fenomena yang kita temui atau kita alami. Ada banyak orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=70&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <strong><span style="color:#333333;">Oleh: Bara </span><span style="font-weight:normal;">Shafiyyah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333333;">Judul Buku<span> </span>: 7 Habits of Highly Effective People</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Penulis<span> </span>: Stephen R. Covey</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Penerbit<span> </span>: Binarupa Aksara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Jumlah halaman<span> </span>: 346 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Dunia berubah dengan sangat cepat. </span><span style="color:#333333;">Ada milyaran manusia di dunia ini. Ada ratusan buku yang terbit setiap hari. Ada jutaan fenomena yang kita temui atau kita alami. Ada banyak orang gagal di sekitar kita, namun tak sedikit juga yang menuai sukses. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Dalam dimensi yang luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana mendapatkan atau meraih kesuksesan. Karena, meraih sukses bukanlah perkara gampang. Diperlukan kepercayaan diri yang tinggi, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, motivasi, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri.</span><span id="more-70"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Stephen R. Covey dalam bukunya “7 Habits of Highly Effective People” menguraikan tujuh kebiasaan untuk kesuksesan Anda. Kebiasaan adalah faktor yang kuat dalam hidup kita. Ia begitu konsisten dan seringkali merupakan pola yang tidak disadari, maka kebiasaan yang terus menerus dan setiap hari akan mengekspresikan karakter kita dan menghasilkan efektivitas atau ketidakefektifan kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Untuk menjadi efektif dan menang secara pribadi, Covey menganjurkan 3 kebiasaan pertama yang sangat efektif:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IT">Jadilah      Pro Aktif</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Sebagai manusia, kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri. </span><span style="color:#333333;">Perilaku kita adalah fungsi keputusan kita, bukan kondisi kita. Jangan biarkan lingkungan mengontrol diri kita. Kita punya kebebasan berkehendak. Jangan sekali-sekali menyalahkan orang lain, dan jangan sekali-kali menyalahkan keadaan. Kitalah yang menciptakan keadaan tersebut sekaligus mengendalikannya</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Memulai      dari akhir dalam pikiran </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Mulailah dari titik paling akhir, niscaya akan terang tujuan Anda. Hal ini berarti mengetahui kemana Anda akan pergi sehingga Anda sebaiknya mengerti dimana Anda sekarang dan dengan begitu, Anda mengetahui langkah-langkah yang Anda ambil selalu berada pada arah yang benar, yaitu visi Anda.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Dahulukan      yang utama</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Kita seringkali disibukkan oleh persoalan remeh temeh dan tidak penting yang justru menghabiskan waktu efektif yang kita miliki. Anda harus membuat prioritas dalam aktivitas Anda sehari-hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Sedangkan untuk efektif dan menang secara publik, Covey menganjurkan 4 kebiasaan berikutnya: </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Berpikir      menang/menang</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Keberhasilan seseorang tidak dicapai dengan mengorbankan/menyingkirkan keberhasilan orang lain. Menang/menang melihat kehidupan sebagai arena kooperatif bukan kompetitif. Kebanyakan orang cenderung berpikir dikotomi, kuat atau lemah, menang atau kalah, keras atau lunak. Padahal cara berpikir seperti itu cacat!</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Berusaha      mengerti dahulu baru dimengerti</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Prinsip ini adalah kunci untuk komunikasi antar pribadi yang efektif. Kita biasanya lebih dahulu ingin dimengerti. Kebanyakan orang tidak mendengar dengan maksud untuk mengerti. Mereka mendengar dengan maksud untuk menjawab. Padahal bentuk tertinggi dari mendengarkan adalah mendengar dengan empatik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Wujudkan      Sinergi</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Intisari dari sinergi adalah menghargai perbedaan, menghormati perbedaan, membangun kekuatan, mengimbangi kelemahan.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Asahlah      gergaji</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Covey dengan tegas menyatakan dimensi spiritual adalah pusat kita. Kebiasaan ke-7 ini menjadi dasar dan prasyarat agar kebiasaan-kebiasaan lain dapat efektif. Covey bercerita dalam bukunya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Andaikan saja Anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang pohon di hutan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">”Apa yang sedang Anda kerjakan?” Anda bertanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">”Tidak dapatkah Anda melihat?” demikian jawabnya dengan tidak sabar. ”Saya sedang menggergaji pohon ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">”Anda kelihatan letih!” Anda berseru. “Berapa lama Anda sudah mengerjakannya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">“Lebih dari 5 jam,” jawabnya, “dan saya lelah!ini benar-benar kerja keras.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">“Nah, mengapa Anda tidak beristirahat dan mengasah gergaji itu? Saya yakin Anda dapat bekerja lebih cepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">”Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji,” orang tersebut berkata dengan tegas, ”Saya terlalu sibuk menggergaji.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="color:#333333;">Banyak orang yang belajar dengan rajin tetapi hasilnya minim. Juga tidak sedikit yang bekerja keras banting tulang, namun hasilnya tidak optimal. Ini karena ”gergaji”nya belum diasah. Bahkan dia tidak menyadari bahwa gergaji tersebut memang perlu di asah. *</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=70&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/16/7-jalan-menuju-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Moral dari Mozaik Kehidupan</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/15/belajar-moral-dari-mozaik-kehidupan/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/15/belajar-moral-dari-mozaik-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 10:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Bara Shafiyyah Judul Buku : The Alchemist Penulis : Paulo Coelho Penerbit : Gramedia Cetakan 2 : Februari 2006 Tebal Buku : 218 Halaman Jika selama ini Anda sering membaca novel yang penuh dengan cerita romansa yang membuat Anda “blushing”, atau cerita kehidupan seseorang yang mendapat cobaan mahaberat selama hidupnya yang seolah tiada henti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=67&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Oleh: Bara Shafiyyah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Judul Buku<span> </span>: The Alchemist</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penulis<span> </span>: Paulo Coelho</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penerbit<span> </span>: Gramedia</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cetakan 2<span> </span>: Februari 2006</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tebal Buku<span> </span>: 218 Halaman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Jika selama ini Anda sering membaca novel yang penuh dengan cerita romansa yang membuat Anda “blushing”, atau cerita kehidupan seseorang yang mendapat cobaan mahaberat selama hidupnya yang seolah tiada henti menghampiri. Atau bahkan Anda justru lebih sering membaca novel yang sarat dengan kelucuan dan kekocakan yang mengocok perut Anda sampai air mata Anda keluar, maka sepertinya Anda perlu sejenak untuk beralih ke novel lain.<span id="more-67"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Novel “The Alchemist” mengajak Anda untuk memetik pelajaran moral dari mozaik kehidupan yang dilalui. Mungkin bagi Anda, bersafari ke negri lain adalah hal yang<span> </span>biasa. Namun, bagi Santiago, sang anak gembala yang menjadi tokoh utama novel ini, dapat mengambil pelajaran di setiap perjalanan yang membawanya melintasi desa-desa, padang pasir, sampai ke Tangier. Keberaniannya merelakan domba-dombanya dan mencoba menjalani takdirnya, serta antusiasmenya selama bekerja di toko kristal. Disanalah dia bertemu dengan Sang Alkemis, yang menuntunnya menuju harta karun serta mengajarinya tentang jiwa dunia, cinta, kesabaran, kegigihan dalam mengejar impian. Yang mengajarinya bahasa antusiasme, yaitu sebuah bahasa orang yang berhasil dalam pekerjaannya yang dilakukan dengan penuh cinta dan tujuan. Disana jugalah dia akhirnya menemukan cinta sejatinya: Fatima, gadis gurun yang setia menanti kepulangannya. Novel ini menyajikan kisah sederhana yang indah dan menjadi sumber inspirasi bagi yang membacanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Yang menarik dari novel ini adalah kekayaan bahasa dan kepiawaian Paulo Coelho dalam merangkai kata yang menggugah semangat dan mengajak kita bagaimana seharusnya menyikapi takdir. Sehingga tak heran, novel-novelnya sudah tersebar di seantero dunia dan telah diterjemahkan kedalam 56 bahasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ada beberapa pelajaran moral yang dapat dipetik dari novel ini. Bahwa kita harus siap menghadapi perubahan. Bahwa yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan. Bahwa segala sesuatu dalam hidup ini adalah pertanda, maka kita harus bisa membaca pertanda-pertanda itu. Bahwa orang yang menjalani takdirnya tahu segala yang perlu diketahuinya, hanya ada satu hal yang membuat orang tak bisa meraih impiannya: TAKUT GAGAL!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Lalu, apa itu Alkemis? Alkemis adalah orang yang bisa memahami alam dan bahasa dunia, Santiago mempelajari rahasia-rahasia Sang Alkemis melalui setiap perjalanan yang mereka lalui bersama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI"> “Kau takkan pernah bisa lari dari hatimu. Jadi, sebaiknya dengarkanlah suaranya…” ungkap Sang Alkemis pada si anak. “Mengapa hati manusia tidak menyuruh mereka terus mengejar impian-impian mereka?” tanya si anak pada sang alkemis. ”Sebab itu akan membuat hati sangat menderita dan hati tidak suka menderita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI"> Mulai saat itu si anak lelaki memahami hatinya. Dia meminta hatinya untuk jangan pernah berhenti bicara padanya. Dia meminta agar saat dia menyimpang jauh dari impian-impiannya, hatinya memperingatkannya. Si anak bersumpah, setiap kali mendengar peringatan ini dan dia akan mematuhinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI"> Kalau kita berusaha menjadi lebih baik, segala sesuatu disekitar kita akan ikut menjadi lebih baik. Itulah yang dilakukan para alkemis. Selamat membaca, selamat melakukan perjalanan wisata alam pikiran&#8230;. *</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=67&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/07/15/belajar-moral-dari-mozaik-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lomba Antar Blogger Dalam Rangka Pesta Buku Jakarta 2008</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/06/18/lomba-antar-blogger-dalam-rangka-pesta-buku-jakarta-2008/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/06/18/lomba-antar-blogger-dalam-rangka-pesta-buku-jakarta-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 13:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta, panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai tanggal 22 mei s/d 1 Juli 2008. Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=66&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka kegiatan pesta buku jakarta dan ulang Tahun jakarta, panitia PBJ akan mengadakan lomba antar Blogger akan di mulai tanggal 22 mei s/d 1 Juli 2008. </p>
<p>Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasisi para blogger terhadap dunia buku. Karena bidang IT terutama internet atau dunia maya memiliki peran penting dalam informasi-informasi mengenai buku dan lai-lain. <span id="more-66"></span></p>
<p>Untuk itu panitia mencoba mengadakan Lomba Blogger sebagai media apresiasi terhadap dunia buku. Harapan dari Lomba ini semakin banyak orang akan apresiasi terhadap Dunia IT terutama internet/ dunia maya dalam bentuk Ngeblog. Disamping itu juga mengenal dunia perbukuan. </p>
<p>A. KETENTUAN PESERTA<br />
1. Peserta dari SMA, Perguruan Tinggi  dan masyarakat umum<br />
2. Lomba Antar Blogger yang akan di mulai tanggal 22 mei s/d 1 Juli 2008<br />
3. Semua Blog Lama maupun Baru, dapat mengikuti Lomba BlogPestabukujakarta, Bila Blognya yang berisi Umum bisa Ikut dan di Dalam Blog di Buat Kategori atau Folder tentang Buku atau Pestabuku</p>
<p>B. CONTENT (ISI)  LOMBA BLOGGER</p>
<p>Content Lomba  blogger :</p>
<p>1.Nama Blog atas nama peserta lomba. ( Peserta bebas Menggunakan Blog) Bila Blog Umum di dalam Blog Bisa di beri Kategori atau Folder tentang Buku. atau pesta buku.</p>
<p>2.Tema Besar “Pesta buku Jakarta 2008” dan menampilkan Banner Pestabuku di  halaman depan Blog. Banner &#8220;PestabukuJakarta&#8221; bisa diambil di web site www.pestabukujakarta.com bagian bawah web site : PESTABUKUJAKARTA 2008 ( YANG BERGAMBAR PATUNG TANI DAN ONDEL-ONDEL dan ini bebabs Bagi Blog untuk memperbesar arau memperkecil Bannes sesuai kebutuhan ruang Blog)</p>
<p>3.Isi/conten  dalam blog.<br />
Resensi atau komentar tentang buku  minimal 3 buku kalau lebih banyak Lebih Bagus </p>
<p>Berilah komentar salah satu tema buku yang anda suka<br />
Bagaimana apresiasi anda terhadap dunia buku<br />
Setiap Blog harus diberi komentar minimal 10 orang dan lebih banyak lebih bagus<br />
Komentar Blog tentang Pestabukujakarta, dan usul–saran dari peserta blog mengenai pameran ini sendiri.<br />
Blog harus mempunyai Link ke 10 blogger teman<br />
Semua Blog mencatumkan link www.pestabukujakarta.com dan menampilkan Schedule dan Lomba-Lomba acara dalam Pesta Buku Jakarta 2008 yang ada dalam web site   www.pestabukujakarta.com<br />
4.Nama Blog dapat  di Kirim ke email pestabukujakarta@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , ikapijaya@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya   atau info@pestabukujakarta.comAlamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya di sertakan data identitas:</p>
<p>  1. Nama;<br />
  2. Alamat:<br />
  3. Pekerjaan:<br />
  4. Nama web Blog</p>
<p>5.Lomba Blog. ini dimulai tanggal 22. Mei s/ d 1 juli 2008 dan pengumuman Lomba ini pada tanggal 4 Juli 2008 di Arena Pameran Pesta Buku Jakarta atau di website:www.pestabukujakarta.com</p>
<p>6.Penilaian Blogs oleh dewan Juri :</p>
<p>Bentuk atau penampilan  web blog yang bagus.<br />
Isi Conten Mengenai buku dan Menampilkan Banner Pestabuku jakarta 2008<br />
Jumlah banyak yang mengunjungi blog dan komentar terhadap web blog  </p>
<p>Hasil Juara Lomba Blog Akan diumumkan di Web Site www.pestabukujakarta.com<br />
Hadiah akan diberikan pada Acara Pameran Pestabukujakarta, tanggal. 5 Juli 2008</p>
<p>7. Keputusan dewan Juri tidak dapat di ganggu gugat.</p>
<p>   Dewan Juri terdiri dari:<br />
   1. Raditya Dika<br />
   2. Yayan Sofyan</p>
<p>D.HADIAH PEMENANG</p>
<p>Juara 1.</p>
<p>Uang senilai 5 juta rupiah<br />
Sertifikat dari Panitia PBJ<br />
Juara 2</p>
<p>Uang Senilai 3 juta Rupiah<br />
Sertifikat dari Panitia PBJ<br />
Juara 3</p>
<p>Uang Senilai 2 juta Rupiah<br />
Sertifikat dari Panitia PBJ<br />
PANITIA PBJ 2008 </p>
<p>info dapat di lihat di www.pestabukujakarta.com<br />
sumber: http://pestabukujakarta.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=66&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/06/18/lomba-antar-blogger-dalam-rangka-pesta-buku-jakarta-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>40 DAYS IN EUROPE</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/06/18/40-days-in-europe/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/06/18/40-days-in-europe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 12:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok anak muda berjuang mengenalkan budaya Indonesia melalui musik angklung. Siapa sangka, angklung yang terlihat sederhana dan bersahaja dapat tampil menggetarkan setiap panggung di negara-negara Eropa. Inilah kisah 35 musisi asal Indonesia yang tak pernah menyerah meski awalnya terancam batal berangkat ke Eropa. Berbekal keberanian, kerja keras dan cerdas, serta mimpi untuk membuat tim ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=64&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekelompok anak muda berjuang mengenalkan budaya Indonesia melalui musik angklung. Siapa sangka, angklung yang terlihat sederhana dan bersahaja dapat tampil menggetarkan setiap panggung di negara-negara Eropa. Inilah kisah 35 musisi asal Indonesia yang tak pernah menyerah meski awalnya terancam batal berangkat ke Eropa.<span id="more-64"></span></p>
<p>Berbekal keberanian, kerja keras dan cerdas, serta mimpi untuk membuat tim ini sejajar dengan musisi internasional lainnya, tak ada rintangan yang tak dapat dilalui. Meski tertatih, kelompok musisi yang membawa misi Expand the Sound of Angklung ini terus menebar pesona di seantero Eropa. Berbagai kota mereka taklukkan dengan keindahan alat musik tradisional asli Indonesia. Semua terkesan, semua takjub dengan keajaiban yang bisa didatangkan oleh instrumen musik tradisional itu. Pada akhirnya, misi budaya ini menegaskan identitas bangsa yang bisa berdiri sama tinggi dengan bangsa lainnya.</p>
<p>Maulana M. Syuhada, penulis buku 40 DAYS IN EUROPE terbitan Bentang Pustaka akan berbagi kisahnya di acara Kick Andy MetroTV pada Kamis, 19 Juni 2008, pukul 22.00 WIB.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=64&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/06/18/40-days-in-europe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A LONG WAY GONE</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/27/a-long-way-gone/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/27/a-long-way-gone/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 07:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[SINOPSIS Aku menggenggam AK-47 dan berjalan melintasi kebun kopi bersama satu pasukan yang terdiri dari banyak anak laki-laki dan beberapa orang dewasa. Kami sedang dalam perjalanan menyerang sebuah kota kecil yang memiliki persediaan amunisi dan makanan. Sesaat setelah meninggalkan kebun kopi itu, kami serta-merta berlari menuju kelompok bersenjata lain di sebuah lapangan bola yang berbatasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=62&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/clip_image002.jpg" title="clip_image002.jpg"><img src="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/clip_image002.thumbnail.jpg" alt="clip_image002.jpg" /></a></p>
<p><strong>SINOPSIS</strong></p>
<p>Aku menggenggam AK-47 dan berjalan melintasi kebun kopi bersama satu pasukan yang terdiri dari banyak anak laki-laki dan beberapa orang dewasa. Kami sedang dalam perjalanan menyerang sebuah kota kecil yang memiliki persediaan amunisi dan makanan. Sesaat setelah meninggalkan kebun kopi itu, kami serta-merta berlari menuju kelompok bersenjata lain di sebuah lapangan bola yang berbatasan dengan puing-puing yang dulunya adalah sebuah perkampungan.<br />
<span id="more-62"></span><br />
Kami melepaskan tembakan sampai manusia terakhir dari kelompok itu jatuh ke tanah. Kami berjalan mendekati mayat-mayat itu, bersorak-sorai merayakan kemenangan. Pasukan itu juga terdiri dari anak laki-laki seperti kami. Kami mengambil amunisi mereka, duduk di atas mayat mereka, dan mulai memakan makanan yang mereka bawa. Di sekitar kami, darah segar mengalir dari lubang-lubang peluru di tubuh mereka.</p>
<p><strong>TENTANG PENULIS</strong></p>
<p>Ishmael Beah adalah anak yang terpaksa bergabung dengan pasukan pemerintah untuk bisa memperoleh makanan dan bertahan dalam suasana perang.</p>
<p><strong>DATA BUKU:</strong></p>
<p>Penulis : Ishmel Beah<br />
Judul buku : A Long Way Gone<br />
Penerbit : Bentang<br />
Format : 13 x 20,5 cm<br />
ISBN : 978-979-1227-15-5<br />
Jumlah halaman : viii + 318 hlmn<br />
Penerjemah : Cahya Wiratama<br />
Penyunting : Wendratama<br />
Jenis Kertas Isi : Koran<br />
Harga : 39.000 ,-<br />
Jenis Kertas Sampul : Art Carton 230 gram<br />
Kategori : Novel Dewasa</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=62&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/27/a-long-way-gone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/clip_image002.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clip_image002.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paham Liberal dalam Berbagai Agama di Indonesia</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/paham-liberal-dalam-berbagai-agama-di-indonesia/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/paham-liberal-dalam-berbagai-agama-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 11:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Abu Haikal* Judul Buku : Paham-Paham Keagamaan Liberal pada Masyarakat Perkotaan Penulis : Achmad Rosidi, dkk. (Tim Peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan Depag) Penerbit : Badan Litbang dan Diklat Depag RI, Jakarta Cetakan : I, 2007 Tebal : xlvii + 362 hlm. Istilah Islam Liberal tadinya tidak terlalu dikenal dan diperhatikan orang di Indonesia. Apalagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=60&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Abu Haikal*</strong></p>
<p>Judul Buku : Paham-Paham Keagamaan Liberal pada Masyarakat Perkotaan<br />
Penulis : Achmad Rosidi, dkk. (Tim Peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan Depag)<br />
Penerbit : Badan Litbang dan Diklat Depag RI, Jakarta<br />
Cetakan : I, 2007<br />
Tebal : xlvii + 362 hlm.</p>
<p>Istilah Islam Liberal tadinya tidak terlalu dikenal dan diperhatikan orang di Indonesia. Apalagi jumlah pendukungnya hanya minoritas yang amat kecil. Istilah itu justru menjadi amat populer setelah dikeluarkannya Fatwa MUI pada tahun 2005 yang menyatakan bahwa faham liberal adalah sesat dan menganut faham itu adalah haram hukumnya. Jadi terlepas dari perdebatan tentang keabsahan fatwa itu, istilah Islam Liberal di Indonesia justru dipopulerkan oleh pihak penentangnya. Memang terkadang suara merekapun nyaring bunyinya. Demikian tulis Prof. Atho’ Mudzhar dalam sambutan penerbitan buku ini.<span id="more-60"></span></p>
<p>Arti kata Islam Liberal sendiri menurut Nuhrison, editor buku ini, tidak selamanya jelas. Leonard Binder, penulis buku ”Islamic Liberalism” (1988) memberi arti ”Islamic political liberalism” dengan penerapannya pada negara-negara Muslim di Timur Tengah. Namun buku itu sendiri tidaklah cermat dalam menggunakan terminologi Islam liberal, karena selain menyajikan pendapat Ali Abd Raziq yang memang liberal, juga membahas pemikiran Abul A’la Al-Maududi yang lebih tepat disebut sebagai tokoh fundamentalis atau revivalis.</p>
<p>Sementara bagi Greg Barton dalam bukunya ”Gagasan Islam Liberal di Indonesia” (1999) istilah ”Islamic Liberalism” sama dengan pembaharuan Islam atau Islam neo modernis. Istilah neo modernisme sendiri berasal dari Fazlur Rahman yang pemikirannya banyak mendapat pengikut di Indonesia.</p>
<p>Di Indonesia sejak tahun 1970-an, bersamaan kemunculan Orde Baru yang memberikan tantangan tersendiri bagi umat Islam, beberapa cendekiawan Muslim mencoba memberi respon untuk menjawab tantangan tersebut. Terhadap situasi baru yang sedang dihadapi, mereka tidak menemukan jawabannya dari sumber-sumber masa lalu, sehingga mereka mencoba memberikan jawabannya sesuai latar belakang pendidikan masing-masing. Maka muncullah kelompok anak muda yang menggaungkan ”Pembaharuan Pemikiran Islam.” Karena mereka mencoba memahami ajaran Islam sesuai konteks Indonesia, maka walaupun mereka tidak menyebut dirinya sebagai kelompok Islam liberal, dapatlah mereka digolongkan kepada penganut Islam liberal, dalam arti menolak taklid dan melakukan ijtihad, serta menolak otoritas individu maupun kelompok dalam menafsirkan ajaran agama.</p>
<p>Pemikiran-pemikiran yang dikembangkan tokoh liberal, baik internasional maupun nasional, mendapat tentangan dan tanggapan yang kurang simpati dari kelompok tradisionalis dan revivalis. Tak jarang mereka dituduh sesat dan antek Barat dalam rangka menghacurkan Islam. Ada yang diusir dari negaranya, ada pula yang dihukum mati. Ancaman mati pernah pula diterima tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) di Indonesia, Ulil Absor Abdallah. JIL eksis pada 8 Maret 2001 dengan maksud untuk kepentingan pencerahan dan pembebasan pemikiran Islam di Indonesia. Kegiatan utama kelompok ini adalah diskusi tentang hal-hal berkaitan dengan Islam, negara dan isu-isu kemasyarakatan.</p>
<p>Penelitian dalam buku ini adalah respon adanya pro-kontra atas geliat Islam liberal di berbagai kota di Indonesia. Yang menarik adalah, penelitian tidak terbatas pada gerakan liberal di kalangan agama Islam, namun juga yang terjadi di kalangan agama Kristen, Katolik dan Hindu. Diteliti pula tentang metodologi dalam memahami teks-teks keagamaan, produk-produk hasil pemikiran, cara pemasyarakatan keagamaan yang dikembangkan dan respon pemuka agama terhadap produk pemikiran yang dimunculkan. Adapun lokasi penelitian ini adalah di Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar (Hindu), Kupang (Katolik) dan Manado (Kristen).</p>
<p>Perkembangan pemahaman Liberal Islam di Yogyakarta tergolong masih belum pesat dan belum radikal dibanding perkembangan Islam Liberal di Jakarta. Di kota gudeg ini, faham liberal masih dalam wacana konteks keagamaan, sedang di Jakarta sudah memasuki tahap realisasi di tengah-tengah masyarakat, seperti nikah beda agama. Bahkan di Bandung ada yang mendeklarasikan kawasan bebas (tanpa) Tuhan, dan di Semarang ada yang menyuarakan nikah sesama jenis.</p>
<p>Di Manado, paham keagamaan Kristen liberal umumnya berasal dari cendekiawan Kristen, dosen, mahasiswa atau para pelajar. Tampaknya terdapat kesulitan yang ditemui para peneliti untuk kasus Kristen liberal ini. Secara sederhana dalam gereja dikenal dua paham besar yaitu paham liberal dan paham injili. Cuma untuk menelusuri kelompok yang menganut paham liberal ini agak susah di zaman globalisasi sekarang ini. Jemaat tidak lagi ikut paham ini atau paham itu, misalnya ada Kharismatik dan ada gereja-gereja suku. Di dalam pemahaman mungkin teologi doktrinnya seperti paham liberal tetapi jemaatnya ada di dalam gereja yang menganut paham Injili.</p>
<p>Di kalangan Katolik, pemahaman liberal setelah waktu yang panjang akhirnya dapat diterima. Legio Maria yang didirikan pada tahun 1921 di Irlandia baru dapat diakui oleh Paus tahun 1933 setelah betul-betul dapat membuktikan bahwa apa yang dilakukan kelompok Legio Maria melalui kerasulannya tidak menyimpang dari ajaran Katolik. Di NTT, Legio Maria cepat diterima karena masyarakatnya mayoritas beragama Katolik.</p>
<p>Dari penelitian dalam buku ini, ditemui beragam perkembangan dan respon masyarakat perkotaan terhadap paham liberal dalam berbagai agama. Penelitian ini sangat informatif dan bermanfaat agar kita tidak membabi buta dalam menolak atau menerimanya.■</p>
<p>*Penulis Penyuluh Agama Islam Honorer, tinggal di Pontianak<br />
(alamat: Jl. Mat Sainin C-48 Pontianak)</p>
<p>**Edisi Cetak Borneo Tribune, 17 Februari 2008<a href="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/buku%20liberal1.jpg" title="buku%20liberal1.jpg"></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=60&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/paham-liberal-dalam-berbagai-agama-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami Berita dan Feature</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/memahami-berita-dan-feature/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/memahami-berita-dan-feature/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 11:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Stefanus Akim Judul : Teknik Menulis Berita dan Feature Pengarang : R. Masri Sareb Putra Penerbit : PT. INDEKS Kelompok Gramedia Penyunting : Sebastianus Darwin Cetakan : tahun 2006 Halaman : xvi + 134 Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi dua bahasan pokok: menulis berita (news) dan feature. Kita akan diajak ”berselancar” di dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=58&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/04-buku-scan-02.jpg" title="04-buku-scan-02.jpg"><img src="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/04-buku-scan-02.thumbnail.jpg" alt="04-buku-scan-02.jpg" /></a></p>
<p><strong>Oleh: Stefanus Akim</strong></p>
<p>Judul : Teknik Menulis Berita dan Feature<br />
Pengarang : R. Masri Sareb Putra<br />
Penerbit : PT. INDEKS Kelompok Gramedia<br />
Penyunting : Sebastianus Darwin<br />
Cetakan : tahun 2006<br />
Halaman : xvi + 134</p>
<p>Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi dua bahasan pokok: menulis berita (news) dan feature. Kita akan diajak ”berselancar” di dunia penulisan jurnalistik. Mulai dari sejarah dan perkembangan berita (pers) hingga hal-hal teknis terkait proses memproduksi berita.<span id="more-58"></span></p>
<p>Pada bagian awal kita disuguhkan hal-hal teknis seputar berita. Diajak pelan-pelan menelusuri etimologi dan semantik berita, berita dan peristiwa, proses penemuan dan pelaporan serta tempat media dalam berita.</p>
<p>Pada bagian selanjutnya buku ini akan ”mengajari” tentang menggali dan memburu berita. Termasuklah fact finding atau penemuan peristiwa dan sudut pandang (angle). Teknik wawancara juga disajikan penulis. Mulai dari teknik, wawancara individual, wawancara tertulis, serta wawancara tak bersemuka.</p>
<p>Buku ini juga menunjukkan perbedaan antara mengarang dan menulis. Membedakan antara fakta dan fiksi. Serta apa yang dimaksud dengan berita, peristiwa dan fakta. Unsur-unsur berita, teknik menulis berita, lead dan menyunting (editing) sebuah berita.</p>
<p>Bagian kedua lebih difokuskan pada bahasan feature. Di antaranya menuangkan gagasan ke dalam feature, persamaan antara feature, cerpen dan novel serta mengail judul dengan kalimat pertama.</p>
<p>Buku ini kalau boleh dikatakan memiliki dua ”kelamin”. Hal itu bisa disimak di bagian pengantarnya. ”Sebagaimana buku ajar, tentu saja, buku ini banyak menyajikan konsep-konsep dasar dan teori bagaimana menulis berita dan feature. Namun karena menulis merupakan keterampilan, maka perlu dilatih dan dialami”. Sistematika dan metodologinya menggunakan kaidah penulisan buku ajar. Meskipun demikian masyarakat umum, termasuk para wartawan dapat memanfaatkannya.</p>
<p>Ia garing untuk dilahap. Hal ini disebabkan penulisnya – R. Masri Sareb Putra – adalah dosen yang mantan wartawan. Buku ini juga karya putra Jangkang, Kabupaten Sanggau yang kesepuluh dari total 37 buah buku yang sudah ditelorkannya. Termasuklah karya tulis baik berupa feature, opini dan artikel yang sudah hampir 3.000 judul dan dimuat di beberapa media cetak.</p>
<p>Satu hal yang ingin ditegaskan penulis, bahwa menulis adalah keterampilan (skill), bukan bakat (talent). Karena keterampilan, maka keahlian menulis bisa didapat dari suatu upaya sistematis, salah satu caranya dengan pembelajaran dan pelatihan.■</p>
<p>*Edisi Borneo Tribune, 17 Februari 2008</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=58&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/memahami-berita-dan-feature/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/04-buku-scan-02.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">04-buku-scan-02.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Realitas Sosial di Tangan Eko Sugiarto</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/realitas-sosial-di-tangan-eko-sugiarto/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/realitas-sosial-di-tangan-eko-sugiarto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 11:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Stefanus Akim Judul : Interupsi: Saat Rakyat Menggugat Pengarang : Eko Sugiarto Penerbit : Grafindo Litera Media Editor : Elissiti J Cetakan : Juni 2007 Halaman : viii + 120; 11,5 x 17,5 cm Membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat antologi cerita pendek (cerpen) di buku ini seakan langsung menusuk sanubari kita. Hal-hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=56&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/04-buku-scan-01.jpg" title="04-buku-scan-01.jpg"><img src="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/04-buku-scan-01.thumbnail.jpg" alt="04-buku-scan-01.jpg" /></a></p>
<p><strong>Oleh: Stefanus Akim</strong></p>
<p>Judul : Interupsi: Saat Rakyat Menggugat<br />
Pengarang : Eko Sugiarto<br />
Penerbit : Grafindo Litera Media<br />
Editor : Elissiti J<br />
Cetakan : Juni 2007<br />
Halaman : viii + 120; 11,5 x 17,5 cm</p>
<p>Membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat antologi cerita pendek (cerpen) di buku ini seakan langsung menusuk sanubari kita. Hal-hal sederhana, kalimat-kalimat sederhana mengalir menghentak dan kadang-kadang mencabik-cabik perasaan.<span id="more-56"></span></p>
<p>Kita dibuat ke alam realita yang sederhana, namun pelik jika dipikirkan. Kita dibuat terus bergolak, berpikir dan mencari. Pertanyaan-pertanyaan sederhana namun pelik untuk dijawab. Mungkin itu lah yang diinginkan penulis.</p>
<p>Penulis buku ini – Eko Sugiarto – meskipun usianya masih muda – belum juga 27 tahun – saat buku ini ditulis namun memiliki kemampuan untuk mengaduk-aduk perasaan. Ia membuat kita terus berpikir dan menafsirkan apa maksud ”tersembunyi” dari cerpen-cerpennya. Penulis lulusan Jurusan satra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta yang lulus dengan predikat cum laude.</p>
<p>Ia sangat produktif menulis. Karyanya dimuat di sejumlah media baik lokal maupun nasional. Beberapa buku baik fiksi maupun non fiksi sudah banyak dilahirkan penulis asal Lampung ini.</p>
<p>Buku dengan tampilan ”kontemplasi” ini mendapatkan beberapa tanggapan dari beberapa kalangan. Slamet P. Sinambela, seorang cerpenis dan penerjemah lepas mengatakan, ”Kemampuan penulisnya memadukan bahasa sederhana menjadi kaya makna adalah kekuatan antologi ini. Cerita-ceritanya selalu lembut, namun membuat kita selalu ingin terus mengulang menafsirnya”.</p>
<p>”Cerpen-cerpen Eko Sugiarto adalah potret realitas sosial. Eko Sugiarto menelaah dengan tajam bentuk-bentuk masyarakat, gejala pelampiasan sosial, dan pola-pola interaksi yang berbeda-beda,” tutur Presiden Milis Komunitas Merapi, Gendhotwukir.</p>
<p>Sementara Didik Eko Wahyuni, seorang penikmat sastra menuturkan, cerpen-cerpen Eko Sugiarto masih mencoba setia kepada dulce et utile&#8230;Suspense, rangkaian ilustrasi demi ilustrasi sering kali dipungkasinya dengan sentuhan akhir yang mengejutkan, tak jarang ironis.</p>
<p>Buku ini menggambarkan realitas sosial yang terjadi di sekeliling kita. Meskipun kadang kita tak sadar dan tak menyadarinya. ■</p>
<p>*Edisi Cetak Borneo Tribune, 17 Februari 2008</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=56&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/17/realitas-sosial-di-tangan-eko-sugiarto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/02/04-buku-scan-01.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">04-buku-scan-01.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosen, Menulislah Sekarang Juga!</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/02/dosen-menulislah-sekarang-juga/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/02/dosen-menulislah-sekarang-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 15:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Stefanus Akim Dosen menulis buku? Mengapa tidak bahkan sudah menjadi keharusan. Di Indonesia mungkin belum lumrah jika tenaga edukatif membuat buku ajar. Di negara-negara barat kondisinya terbalik. Justru dosen yang tidak menulis kemampuannya dipertanyakan. “Para dosen, menulislah sekarang juga!” si pengarang – R. Masri Sareb Putra – mengawali tulisannya dengan judul yang sangat provokatif. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=55&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Stefanus Akim</strong></p>
<p>Dosen menulis buku? Mengapa tidak bahkan sudah menjadi keharusan. Di Indonesia mungkin belum lumrah jika tenaga edukatif membuat buku ajar. Di negara-negara barat kondisinya terbalik. Justru dosen yang tidak menulis kemampuannya dipertanyakan.<span id="more-55"></span></p>
<p>“Para dosen, menulislah sekarang juga!” si pengarang – R. Masri Sareb Putra – mengawali tulisannya dengan judul yang sangat provokatif. Kata-kata itu seakan menusuk langsung di sanubari. Ia ingin membangkitkan semangat rekan-rekannya sesama dosen untuk mulai membuat buku ajar. Masri meyakini buku adalah salah satu sarana pendidikan yang sangat ampuh. Dalam kaitannya dengan proses belajar-mengajar di pendidikan tinggi, dan agar belajar-mengajar mencapai sasaran yang diinginkan, para dosen dituntut untuk sanggup menuangkan gagasan dan bahan pengajarannya ke dalam tulisan.</p>
<p>Lewat buku ini, pengarang yang juga dosen full time di Fakultas Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta serta di jurusan Hubungan Masyarakat di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Esa Unggul, ingin berbagi pengalaman dengan rekan-rekannya.</p>
<p>Menurut Masri, untuk memulai menulis yang terpenting adalah jangan ada rasa takut dan enggan. Waktu dan kesibukan jangan dijadikan kambing hitam untuk tidak mulai menulis.</p>
<p>Di bagi dalam empat bagian (bab) besar, buku ini mengulas sangat lengkap tentang kepenulisan buku ajar. Ini dimaklumi sebab teknik yang ada dalam buku ini sudah diujicobakan pada ratusan dosen di berbagai perguruan tinggi. Termasuklah kepada para peserta workshop penulisan buku ajar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Mercu Buana, Universitas<br />
Tarumaanegara, Universitas Al Azhar Indonesia, Akademi Sekretaris Tarakanita Kalimalang dan dosen Universitas Esa Unggul.</p>
<p>Masri sudah menulis 37 buah buku, artikel dan feature. Sejak tahun 1984, pria kelahiran Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ini sudah menghasilkan 2.809 judul artikel. Sebuah karya luar biasa dan membuktikan dirinya penulis yang sangat produktif.</p>
<p>***</p>
<p>Buku ini juga memaparkan cerahnya pasar buku ajar di perguruan tinggi, motivasi, manfaat dan hambatan menulis, bagaimana membuat buku ajar yang powerful, serta membangun hubungan yang baik antara penerbit dan penulis.</p>
<p>Pengalamannya sebagai mantan Promotion Manager PT. Grasindo (1994-1996) dan Managing Editor PT. Indeks (2005-2006) sangat mempengaruhi bab empat tentang hubungan penulis dan penerbit (hal 131 dan seterusnya). Penulis seperti menceritakan sendiri bagaimana dinamika di ruang redaksi, teknik atau kiat agar karya penulis dilirik divisi redaksi dan selanjutnya bagian pemasaran setuju mencetak buku tersebut.</p>
<p>Dua bab pertama, penulis banyak memotivasi dosen-dosen calon penulis buku ajar agar mulai berkarya. Diawali gambaran prospek buku ajar, ragam buku untuk perguruan tinggi. Kemudian motivasi, manfaat dan hambatan menulis. Selanjutnya juga dibahas hal-hal teknis penulisan dan informasi-informasi bermanfaat lainnya. Termasuklah bagaimana gambaran materi yang bisa diraih para penulis.</p>
<p>Secara umum meskipun halamannya tidak terlalu tebal, namun buku yang ditulis penulis yang menyebut dirinya “baru” menulis 32 buku ini enak dibaca. Struktur penulisan khas model bahan ilmiah untuk kalangan kampus, namun bahasanya renyah untuk dikunyah. Bagi penulis yang sudah mahir buku ini tak terkesan menggurui, bagi yang pemula ia tetap santun.</p>
<p>Verba Volant, scripta manen – apa yang diucapkan akan berlalu, tapi yang ditulis abadi selamanya.*</p>
<p>Data Buku:<br />
Judul : How to Write: Your Own Text Book<br />
Penulis : R. Masri Sareb Putra<br />
Penerbit : Kolbu<br />
Cetakan pertama : Juli 2007<br />
Halaman : xvi + 192; 13,0 x 19,0 cm</p>
<p>*Edisi Cetak Borneo Tribune, 3 Februari 2008</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=55&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/02/02/dosen-menulislah-sekarang-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meninjau Ulang Arah Pembangunan dan Pemberdayaan</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/14/meninjau-ulang-arah-pembangunan-dan-pemberdayaan/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/14/meninjau-ulang-arah-pembangunan-dan-pemberdayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 12:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/14/meninjau-ulang-arah-pembangunan-dan-pemberdayaan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: F Alkap Pasti* Borneo Tribune, Pontianak Arti manusiawi pembangunan, demikian David C Korten ditemukan pada kontribusinya pada pengaktualisasian secara penuh potensi kehidupan manusia. Mencapai standar ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan pokok adalah hal yang fundamental dan esensial. Tetapi kehidupan manusia tidak hanya berada dalam ruang ekonomi semata. Basic need kehidupan manusia juga meliputi rasa aman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=54&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: F Alkap Pasti*<br />
Borneo Tribune, Pontianak</strong></p>
<p>Arti manusiawi pembangunan, demikian David C Korten ditemukan pada kontribusinya pada pengaktualisasian secara penuh potensi kehidupan manusia. Mencapai standar ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan pokok adalah hal yang fundamental dan esensial. Tetapi kehidupan manusia tidak hanya berada dalam ruang ekonomi semata. Basic need kehidupan manusia juga meliputi rasa aman, penghargaan, cinta, penghargaan produktif keanggotaan dalam suatu komunitas, dan juga spiritual.<span id="more-54"></span></p>
<p>Setelah pembangunan dijalankan hampir 40 tahun, seperti yang katakan Wolfgang Sach, pembangunan dan malah keberhasilannya sendiri telah menyebabkan 2 krisis besar. Yakni krisis yang menyebabkan kerusakan sumber daya alam, dan krisis keadilan. Terdapat kehidupan yang timpang di mana sedikit orang menikmati hasil pembangunan sementara banyak orang masih terlilit dalam kondisi kemiskinan. Dalam bahasa Soedjatmoko, pembangunan yang dilaksanakan tetap menyisakan penderitaan yang tidak dapat diterima, terjadi kelaparan serta membesarnya jurang kaya miskin. Di seluruh dunia, ratusan juta orang masih berada pada penderitaan dan kondisi hidup yang memprihatinkan.</p>
<p>Model pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi sebagai paradigma telah gagal membuat kehidupan umat manusia menjadi lebih baik. Penekanan manusia sebagai homo economicus telah mengakibatkan krisis dan eksploitasi terhadap sumberdaya alam. Pembangunanisme mengalami krisis, seperti yang terjadi di Indonesia diamana negara mengalami krisis utang luar negeri, kegagalan lembaga politik modern, semakin berkurangnya partisipasi masyarakat dan munculnya sikap resistensi terhadap pembangunan, dan munculunya fundamentalisme agama sebagai akibat hancurnya tradisi budaya mereka.</p>
<p>Berkaitan dengan pembangunan masyarakat desa, masalah ini tetap menjadi perbincangan yang penting dan menarik. Dua hal dapat dikemukakan berkaitan dengan hal ini. Pertama, meski pembangunan masyarakat desa telah dilakukan sejak lama namun mesti diakui keberhasilan yang dicapai belum memuaskan, untuk tidak menyebut gagal. Pembangunan masyarakat desa telah dilakukan sejak 1970-an, namun persoalan kemiskinan tetap menjadi masalah besar di pedesaan.  </p>
<p>Dengan jumlah penduduk yang 2/3 tinggal di pedesaan, ini berarti kemiskinan tetap menjadi masalah masyarakat di desa. Selain itu, kesenjangan desa kota tetap saja tajam, proporsi angkatan kerja yang belum dimanfaatkan secara penuh lebih besar di desa daripada di kota. Persoalan kemiskinan ini tidak dapat diabaikan karena dapat memicu kekecewaan, dan menyebabkan konflik yang dapat membuat kerusakan rekatan social (social bound). Yang utama masalah ini harus diatasi adalah untuk pengembangan maksimal potensi manusiawi dan penghargaan keberadaan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>Berkaitan dengan keberhasilan manusiawi pembangun yang terdiri dari aspek-aspek: ekonomi, rasa aman, personality, spiritual, cinta serta harmoni dengan alam, serta di sisi lain kegagalan model pembangunan yang terpusat selama Orde Baru, perlu diadakan reorientasi model pembangunan masyarakat. Ketika pembangunan dengan penekanan pada modernisasi telah gagal dan membuat kehancuran ekologis, mengesampingkan nilai kebersamaan dan kemanusiaan, model pembangunan alternative yang memadukan unsur keterkaitan antara alam, aspek sosio-ekonomis dan kultur perlu dipertimbangkan.</p>
<p>Sejak Januari tahun 2001 di Indonesia diberlakukan UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Dalam konteks ini, ada ruang yang sangat besar untuk melakukan proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Masalahnya adalah, lah sejauh mana pemerintah (pusat maupun daerah) menyadari perubahan perannya ini, dan kemudian melakukan langkah-langkah strategis untuk mewujudkannya dan menjadi pemerintah yang lebih efisien, efektif dan partisipatif.</p>
<p>Buku tulisan Prof Gunawan Sumodiningrat ini, mencoba menjelaskan secara ringkas program-program pembangunan yang pernah dijalankan pemerintah dalam upaya mengatasi kemiskinan. Di bagian awal, Gunawan memberikan pengantar yang cukup menarik tentang konteks pembangunan di Indonesia, terutama berkaitan masalah krisiss ekonomi dan persoalan kemiskinan yang belum terselesaikan.</p>
<p>Selanjutnya, Guru besar ekonomi di UGM Yogyakarta ini juga menjelaskan secara singkat beberapa teori pembangunan, yaitu growth priority, growth with distribution, appropriate technology, community development, sustainable development, dan yang terakhir empowerment. Tetapi, dalam penjabaran teori-teori ini, Gunawan hanya mengkaitkan teori pertama dan kedua dalam konteks Indonesia. </p>
<p>Dalam buku ini juga diberikan analisa terhadap beberapa program pembangunan di Indonesia, misalnya program IDT, P2KP, PPK, P3DT dll.  Juga pada bagian ini ditampilkan kritik terhadap kebijakan prioritas pembangunan pemerintah saat itu. Terutama, terkait dengan sasaran yang tidak tepat, dan pelaksanaan program yang belum komprehensif. </p>
<p>Berkaitan prioritas pembangunan, ada tiga hal yang ditawarkan Gunawan. Pertama, pemerintah perlu membangun mekanisme yang bersahabat dengan pasar (market friendly mechanism) yang dilakukan dengan semangat keterbukaan, transparan, kebersamaan, dan adil. Semua pelaku pasar adalah rakyat. </p>
<p>Prioritas pembangunan kedua ialah adanya pemberdayaan (meningkatkan kemampuan atau kemandirian masyarakat) melalui penciptaan iklim yang kondusif, memberikan pelatihan, pemberian dana, pembangunan sarana dan lain lain, dan melindungi yang lemah. Selanjutnya, proses pembangunan harus berorientasi pada perubahan struktur dalam hubungan sosial, ekonomi, budaya dan politik masyarakat di daerah.</p>
<p>Bagaimanapun, persoalan kemiskinan selalu berkait erat dengan persoalan struktural. Karenanya, masalah perubahan struktur perlu dijadikan hasil dari seluruh proses pembangunan nasional. </p>
<p>Terhadap ketiga prioritas pembangunan tersebut, penulis mengusulkan beberapa kebijakan pembangunan yang dikategorikan menjadi kebijakan internal dan eksternal. Di antaranya, peningkatan akses pengusaha kecil atas modal dan meningkat kualitas sumberdaya manusia di pedesaan. Di sisi lain, pemerintah harus membuka akses masyarakat miskin kepada wilayah lain, dan ini dapat dilakukan dengan memperkuat ekonomi wilayah dan pembangunan infrastruktur.</p>
<p>Secara umum, buku ini sangat memang menarik untuk dibaca, terutama oleh mereka yang terlibat dalam proses pembangunan, baik dari pemerintah, sektor swasta, maupun organisasi masyarakat sipil. Paparan dalam buku ini dapat memberikan referensi bagi para pelaku pembangunan di daerah maupun nasional. Yakni untuk tidak lagi mengulangi, atau setidaknya mengurangi, kesalahan-kesalahan pembangunan di masa lalu.</p>
<p>Data Buku:<br />
Judul Buku	: Pemberdayaan Sosial: Kajian Ringkas Tentang Pembangunan Manusia Indonesia<br />
Penulis		: Gunawan Sumodiningrat<br />
Penerbit		: Penerbit Buku KOMPAS<br />
Tahun Terbit	: Agustus 2007<br />
Tebal		: 144 halaman.</p>
<p>*Peresensi, Mendalami Sosiologi Pembangunan<br />
 Di Sekolah Pascasarjana FISIPOL UGM Yogyakarta.</p>
<p>**Edisi Cetak Borneo Tribune 13 Januari 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=54&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/14/meninjau-ulang-arah-pembangunan-dan-pemberdayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warisan yang Harus Dijaga</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/13/warisan-yang-harus-dijaga/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/13/warisan-yang-harus-dijaga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 12:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/13/warisan-yang-harus-dijaga/</guid>
		<description><![CDATA[*Dari Launching Buku Aneka Budaya Tionghoa Kalbar Oleh: Krisantus/Sugeng Mulyono Borneo Tribune, Pontianak Pengekangan budaya Tionghoa oleh rezim Orde Baru selama lebih tiga puluh tahun yang lalu telah meninggalkan bekas yang cukup mendalam bagi mereka. Mereka dilarang keras melakukan aktivitas-aktivitas kebudayaan. Budaya sebagai suatu warisan yang harus dijaga dan diakui keberadaannya pada masa itu seolah-olah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=53&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>*Dari Launching Buku Aneka Budaya Tionghoa Kalbar</p>
<p>Oleh: Krisantus/Sugeng Mulyono<br />
Borneo Tribune, Pontianak</strong></p>
<p>Pengekangan budaya Tionghoa oleh rezim Orde Baru selama lebih tiga puluh tahun yang lalu telah meninggalkan bekas yang cukup mendalam bagi mereka. Mereka dilarang keras melakukan aktivitas-aktivitas kebudayaan. Budaya sebagai suatu warisan yang harus dijaga dan diakui keberadaannya pada masa itu seolah-olah tidak dihargai.<span id="more-53"></span></p>
<p>”Masa reformasi, yang telah berlalu sekian tahun lalu kiranya dapat memberikan nilai positif bagi perkembangan budaya Tionghoa,” kata Lie Sau Fat atau yang lebih dikenal X.F Asali pada acara peluncuran buku miliknya ”Aneka Budaya Tionghoa Kalbar” di Restoran Samudera, Sabtu (12/01).</p>
<p>Menurutnya, generasi muda khususnya masyarakat Tionghoa yang berumur rata-rata di bawah 40 tahun jika ditanya mengenai budaya Tionghoa pasti tidak tahu atau mengerti dengan budaya mereka sendiri selain itu dengan terbitnya buku itu ia berharap agar dapat memperkaya literatur buku budaya yang ada di Kalbar, sebagai sumber pengetahuan tentang budaya Tionghoa. Hal tersebut merupakan beberapa hal yang telah memotivasi dirinya untuk menerbitkan buku ini. Selain itu, motivasinya adalah karena dirinya memang sedari kecil telah mempunyai hobby untuk menulis. Asali menceritakan pada saat kecil dirinya senang sekali mengumpulkan tulisan-tulisan dan karangan-karangan dalam bahasa Tionghoa sehingga sejak saat itu hobbynya mulai tumbuh.</p>
<p>Ketua Yayasan Bhakti Suci mengemukakan dengan adanya peluncuran buku ini, dapat memberikan paparan bahwa keanekaragaman budaya penting untuk diketahui oleh orang banyak agar apabila sudah paham akan hal itu maka menimbulkan rasa saling menghargai yang tinggi antar masing-masing budaya yang berbeda.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Rihat Natsir Silalahi, mengatakan Budaya adalah warisan budaya yang harus dijaga. Dengan peluncuran buku ini masyarakat diharapkan mendapat pengetahuan tentang budaya lain selain budaya mereka sendiri agar dapat dikembangkan kemudian diolah menjadi suatu sumber kekayaan setelah itu budaya dilestarikan.</p>
<p>Satu-satunya srikandi yang didaulat untuk memberikan tanggapannya Ny Suhadi memberikan masukan yang sangat berarti, bukan saja sang penulis tetapi juga para undangan yang hadir pada saat itu.</p>
<p>Menurut Lie Sau Fat/X.F.Asali yang melatar belakangi penulisan buku ini lebih kepada perkembangan zaman, yang saat ini, paska reformasi budaya tionghoa dibuka selebar-lebarnya, dan selama tidak melanggar hukum kita boleh mengekpose budaya Tionghoa untuk kemajuan budaya Kalbar. Selain itu menurutnya buku ini diperuntukkan bagi generasi muda, tidak saja generasi Tionghoa tapi untuk semua generasi agar mengetahui budaya Tionghoa mulai dari lahir hingga meninggal.</p>
<p>Ia mengakui sebenarnya buku ini bukanlah tulisannya melainkan hanya rangkuman beberapa media yang telah dikumpulkan semenjak 2002 dan rentang waktu penyusunan buku memakan waktu satu tahun lebih. Pria kelahiran desa Koelor Kota Singkawang 74 tahun lalu ini mengharapkan nantinya buku ini menjadi pionir pembangunan budaya di Kalbar.</p>
<p>Dikatakan, royalty dari penjualan buku ini nantinya akan disumbangkan di beberapa yayasan yang ia kelola bersama koleganya. Selain itu untuk keperluan lainnya, buku yang dijual seharga Rp.30 ribu ini akan ditanggung biaya pengirimannya.</p>
<p>Beberapa tokoh lintas etnis dan pejabat daerah turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ketua DPRD Kalbar, Ir. Zulfadhli, ketua MABM, H. Abang Imien Thaha, Ketua MABT, Erick Suseno Martio, SE, tokoh masyarakat Dayak, R.A. Rachmad Sahudin, B.Sc, Direktur Program Pasca Sarjana Untan, Prof Dr Syarif Alqadrie dan beberapa undangan lainnya.</p>
<p>Ketua Yayasan Bakti Suci Lindra Lie mengatakan buku ini mempunyai warna tersendiri, karena menurutnya generasi yang akan datang harus memahami budaya leluhurnya sehingga menciptakan generasi yang tetap menjunjung tinggi budayanya.</p>
<p>Menurutnya perlu gagasan baru untuk mempertahankan khazanah budaya yang ada di kalbar. Melalui bukulah salah satu khazanah baru tersebut. Ia beralasan selama ini orang hanya mengetahui bentuk-bentuk budaya secara lisan saja, dan dalam bentuk tulisan sangat jarang.</p>
<p>Ia pun memberikan apresiasi yang positif dengan terbitnya buku ini, dan diharapkan ke depannya banyak lagi penulis-penulis yang berani membuat buku mengangkat tema budaya.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar, Rihat Natsir Silalahi mengemukakan kekagumannya terhadap X.F. Asali, ia mengharapkan buku ini bisa menjadi referensi budaya untuk semua kalangan di Kalbar ini. Ia juga menyempatkan memberikan masukan kepada para undangan di mana dia mengharapkan undangan wajib memberikan apresiasi yang tinggi terhadap buku karya X.F. Asali. Dijelaskan apa yang dikatakan budaya merupakan langkah tangguh untuk menghadapi pengaruh globalisasi. Ia juga berpesan bahwa budaya itu merupakan warisan yang harus dijaga oleh siapapun.<br />
Sementara itu Abang Imien Thaha, Ketua MABT Erick Suseno Martio,SE, ketua DAD R.A. Rachmad Sahudin,B.Sc sepakat bahwa buku ini merupakan pelopor kemajuan dalam kehidupan berbudaya dimasyarakat, bukan saja untuk kalangan tionghoa tapi untuk semua kalangan.<br />
Akhirnya Uskup Pontianak Heronimus Bumbun mendapatkan kesempatan untuk melaunching buku tersebut. Pada hari itu juga langsung terjual 280 buku.□</p>
<p>*Edisi Cetak Borneo Tribune 13 Januari 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=53&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/13/warisan-yang-harus-dijaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Putri Cina</title>
		<link>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/06/putri-cina/</link>
		<comments>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/06/putri-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 10:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pencintabuku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/06/putri-cina/</guid>
		<description><![CDATA[*Tentang Ingatan, Refleksi Kehidupan dan Harapan Oleh F. Alkap Pasti Borneo Tribune, Pontianak Manusia ini tak punya akar. Dia diterbangkan ke mana-mana Seperti debu yang berhamburan dijalanan&#8230;&#8230;. Kita datang ke dunia ini sebagai saudara; Tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah? Demikianlah, bagian pertama buku ini dibuka oleh sebuah sajak T’ao Ch’ien, sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=51&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/01/putri-cina__ok-copy.jpg" title="putri-cina__ok-copy.jpg"><img src="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/01/putri-cina__ok-copy.thumbnail.jpg" alt="putri-cina__ok-copy.jpg" /></a></p>
<p>*Tentang Ingatan, Refleksi Kehidupan dan Harapan</p>
<p><strong>Oleh F. Alkap Pasti<br />
Borneo Tribune, Pontianak</strong></p>
<p><em>Manusia ini tak punya akar.<br />
Dia diterbangkan ke mana-mana<br />
Seperti debu yang berhamburan dijalanan&#8230;&#8230;.<br />
Kita datang ke dunia ini sebagai saudara;<br />
Tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah?</em><span id="more-51"></span></p>
<p>Demikianlah, bagian pertama buku ini dibuka oleh sebuah sajak T’ao Ch’ien, sebuah sajak tua yang di tulis pada abad 4 Masehi. Baris terakhirnya menyiratkan gugatan atas perbedaan-perbedaan karena identitas yang di dasarkan pada daging dan darah. <em>Dari baris ini saja, Tapi mengapa kita mesti diikat pada daging dan darah?, sudah terbayangkan gugatan-gugatan apa yang akan menjadi isi utama Novel Putri Cina ini.</em></p>
<p>Selain itu, melihat judulnya <em>Putri Cina</em>, lalu keterangan awal bahwa cover luar buku ini diambil dari lukisan Hari Budiono yang berjudul <em>Indonesia: Mei 1998</em>. Novel ini langsung saja membawa kita sejak awal kepada kekisruhan huru hara Mei 1998, turunnya Soeharto sebagai presiden, berakhirnya masa pemerintahan yang disebut orang sebagai Orde Baru. Dan yang tragis, dalam huru hara itu—walau tidak cukup jelas diakui, terjadi pembakaran terhadap ruko, rumah tinggal bahkan juga perkosaan terhadap para perempuan Tionghoa.</p>
<p>Di tangan GP Sindhunata SJ, seorang penulis dan rohaniwan yang menguasai nilai-nilai kehidupan Cina dan juga filsafat kehidupan Jawa, buku ini adalah ramuan memikat tentang (politik) ingatan akan tragedi Mei 1998. Penulis karya sastra, yang karyanya <em>Anak Bajang Menggiring Angin </em>sudah menjadi klasik itu, juga menghadirkan refeksi kehidupan dari pihak dalam (kaum Tionghoa sendiri). Serta disisi lain, ia mengedepankan harapan-harapan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis.</p>
<p>Sebab, tulisnya:<br />
<em>Di dunia ini semua manusia sama, menanggung nasib yang sama, karena kita semua hanyalah debu, Cina dan Jawa sama-sama debunya. Mengapa kita masih bertanya, siapakah kita? Toh dengan dilahirkan di dunia, kita semua adalah saudara? (hal. 302)</em><br />
* * *</p>
<p>Dalam konteks apa yang pernah disampaikan penulis Ceko, Milan Kundera, novel Putri Cina ini dapat dimaknai sebagai usaha membangun ingatan untuk melawan lupa. Tragedi sejarah, seberapapun pahit, hendaknya didokumentasikan, ditulis dan diwariskan kepada generasi masa depan. Tragedi sejarah hendaknya tidak dilupakan, tapi diwariskan untuk dipelajari dan diambil maknanya.</p>
<p>Pencatatan terhadap tragedi bukan untuk mewariskan dendam, tetapi untuk belajar. Untuk mengenali diri, kelebihan dan kekurangan, maka kita sebagai sebuah komunitas dapat melihat dan memaknai masa lalu, untuk membangun jalan kehidupan ke depan yang lebih baik. Sejarah tak hanya kebesaran, tetapi juga kegagalan atau kesalahan-kesalahan. Yang terpenting adalah memahaminya, lalu mengambil pelajaran dari segala yang terjadi di masa lampau.</p>
<p>Dalam kaitan sejarah dan politik ingatan, George Santayana, seorang filsuf Spanyol, mengingatkan: those who cannot remember the past are condemned to repeat it. Yang tidak tahu sejarah cenderung melakukan kesalahan yang sama. Karena tidak tahu membuat kesalahan apa di masa lalu, tidak merasa perlu membuat perbaikan. Dengan memahami tragedi pahit di masa lalu, kita dituntut untuk belajar dan membangun persaudaraan dalam aroma manis persaudaraan dan kemanusiaan.</p>
<p>Dalam membangun keseluruhan isi novel ini, Sindhunata penulisnya membuat babakan yang melampaui ruang dan waktu. Pada hampir separuh bagian awal novel ini, diceritakan tentang (kesedihan) Putri Cina dalam konteks cerita babad Jawa. Ia mendasarkan pada cerita Babad Jaka Tingkir, di mana sebuah bagian bercerita tentang Jaka Prabangkara. Putri Cina pada bagian ini, adalah seorang perempuan, istri raja, yang bersedih dan diasingkan. Tetapi sebenarnya, dari rahimnyalah generasi keturunan di tanah Jawa bermula.</p>
<p>Jaka Prabangkara, inilah putra tampan dari Prabu Brawijaya dengan seorang janda. Ia dibuang dengan cara diterbangkan dengan layang-layang, dan selanjutnya akan jatuh di negeri Cina. <em>Ia diterbangkan dengan layang-layang, yang talinya diputuskan, tetapi hanya untuk kelak tersambung lagi, ketika anak-cucu Jaka Prabangkara pulang dari negeri Cina ke Tanah Jawa. (hal. 17).</em></p>
<p>Atas dasar garis tak terputus dari cerita babad ini, gugatan itu kemudian muncul. Ternyata, Tanah Jawa bukan hanya tempat ia dan kaumnya berlabuh dari pengembaraannya, tapi juga tempat dari mana ia berasal. Jika demikian, mengapa Tanah Jawa seakan tak boleh dianggap tanah airnya, dan orang-orang Jawa tetap mengasingkannya, seakan ia bukan berasal dari tanah Jawa, sehingga sampai kini ia tidak punya tanah untuk mengakarkan dirinya? (hal. 22).</p>
<p>Membawa perenungan ini dalam keseharian kita, tentu kita tidak hanya menempatkan masalah perbedaan, gugatan dan harapan ini dalam konteks Cina dan Jawa saja. Tetapi juga menyentak kita semua, mungkin terhadap relasi dengan kaum Tionghoa tersebut dan juga sesama manusia. Sejarah memang mencatat banyak diskriminasi terhadap para keturunan Tionghoa ini: Jan Pieterzoon Con di tahun 1619 melakukannya dalam pembangunan Batavia, pembunuhan massal terhadap etnis Tionghoa di Batavia terjadi di tahun 1740, Pemisahan penduduk pribumi dan Tionghoa oleh Kolonialis Belanda, serta kerusuhan-kerusuhan bersentimen etnis di sepanjang tahun di negeri kita.</p>
<p>Ini artinya, masalah yang hadir adalah masalah kita semua. Masalah untuk menghargai yang lain sebagai saudara. Dalam konteks Putri Cina bagian awal ini, <em>ia memang ditakdirkan hidup di tanah Jawa. Dimanakah lagi hidup dan mati ini harus ia alami dan pelajari, kalau bukan di Tanah Jawa ini? (hal 24). </em><br />
* * *</p>
<p>Menggugat dari Dalam<br />
Selain gugatan-gugatan akan perlakuan dan diskriminasi pihak luar, katakan dalam novel ini diwakili oleh kuasa-kuasa masa lalu, atau oleh tokoh-tokoh semacam Prabu Amurco Sabdo, Patih Wrehonegoro atau Joyo Sumengah yang mengumbar nafsu ragawi laknat terhadap Giok Tien. Novel Putri Cina ini juga menggambarkan gugatan-gugatan dari dalam lingkungan kaum Tionghoa sendiri. Sebuah hal yang menampilkan refleksi nilai kehidupan dan kebersamaan yang ranum dan merdu.</p>
<p>Jangan-jangan, demikian refleksi Putri Cina pada bagian awal novel ini, kesederhanaan yang membuat kaumnya diterima semua golongan, menghadirkan tanah untuk berpijak, sudah hilang dan berganti keserakahan. Padahal, hanya dengan menjadi sederhana kau dapat menemukan dirimu? Dalam banyak dialog, gugatan-gugatan reflektif ini tampil secara bernas.</p>
<p>Lalu, muncul juga renungan: <em>mengapa ia dan kaumnya selalu tergoda untuk mencari harta dan kekayaan yang berlebih-lebihan. Padahal, leluhurnya mengajarkan berulang-ulang, untuk menemukan tao. Jalan kebahagiaan itu, manusia tidak boleh terikat akan harta benda. (hal.13). </em><br />
Padahal, demikian renungan Putri Cina, sesungguhnya sifat orang adalah keseimbangan seperti yang disampaikan oleh Tao Yuan Ming: menikmati kebadanan dan tapi tak membenci kerohanian, menyenangi dunia tapi nafsunya tidak terlalu duniawi.</p>
<p>Dalam jalan pikiran Tao Yuan Ming, bagi orang Cina, jalan ke arah kebahagiaan adalah kesederhanaan. Tidak ada yang salah dalam mencari harta dan kekayaan, asal seperti kata K’ung Tzu, <em>di rumah kau harus taat pada orang tua, di luar rumah kau harus menunjukkan hormat pada yang lebih tua, dan kau juga harus ramah dan cinta pada sesama. (hal. 79). </em></p>
<p>Catatan Penutup: Kupu-Kupu Cinta<br />
Mungkin bukan tanpa sengaja, pada bagian akhir Sindhunata mengedepankan pertobatan. Ratapan atau percakapan, atau bahkan pertobatan menjelang kematian merupakan sesuatu yang dramatis. Dan dari semua kepahitan itulah harapan baru hendak dibangunkan.</p>
<p>Gurdo Paksi, seorang prajurit, dalam garis pribumi, jika ini boleh disebut, suami Giok Tien yang mencintainya sesunguh-sungguhnya, bertobat dan menyesal. Gurdo Paksi mengakui, ia gagal melindungi mereka yang tak berdaya dan lemah. Ia terlalu memendam hasrat berkuasa dan menindas. Ia ingin lebih mencintai, dan karenanya ia bukan lagi Gurdo Paksi tapi Setyoko nama aslinya. Ia kemudian mati karena melindungi Giok Tien dari panah amarah dan beracun Joyo Sumengah. Joyo Sumengah cemburu karena juga memendam cinta bertahun-tahun kepada Putri Cina pemain ketoprak tersebut tak berbalas.</p>
<p>Alkisah, kemudian mayat Gurdo Paksi dan Giok Tien menjelma menjadi kupu-kupu. Itulah mereka, anak Cina dan Jawa, yang cintanya tak terpisah. Lalu mereka terbang ke utara, kupu-kupu itu bukan kupu-kupu Cina atau kupu-kupu Jawa. Kupu-kupu itu adalah kupu-kupu cinta yang mempersatukan mereka berdua, Cina dan Jawa (hal. 299). Bukankah, karena kelahiran kita di dunia ini, kita dipersaudarakan?</p>
<p>Di tangan GP. Sindhunata SJ, seorang penulis dan rohaniwan yang menguasai nilai-nilai Tionghoa dan juga filsafat Jawa tengang kehidupan, buku ini adalah ramuan memikat tentang (politik) ingatan akan tragedi, juga menghadirkan refleksi kehidupan dari pihak dalam (kaum Tionghoa sendiri). Serta di sisi lain, ia mengedepankan harapan-harapan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis. Sungguh, sebuah novel yang perlu dibaca.□</p>
<p><strong>Data Buku:</strong><br />
Judul Buku : Putri Cina<br />
Penulis : Sindhunata<br />
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta<br />
Terbit/Tebal : September 2007, 304 halaman.</p>
<p>*Penulis, peminat sastra. Tinggal di Ketapang, Kalimantan Barat.<br />
Kontributor untuk buku Identitas dan Poskolonialitas di Indonesia,<br />
Kanisius 2003.</p>
<p>*Edisi Cetak Borneo Tribune 6 Januari 2008</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pencintabuku.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pencintabuku.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pencintabuku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pencintabuku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pencintabuku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pencintabuku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pencintabuku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pencintabuku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pencintabuku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pencintabuku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pencintabuku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pencintabuku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pencintabuku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pencintabuku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pencintabuku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pencintabuku.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pencintabuku.wordpress.com&amp;blog=1821906&amp;post=51&amp;subd=pencintabuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pencintabuku.wordpress.com/2008/01/06/putri-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b554db3f8021f89d272ea4fbc6007d49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pencintabuku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pencintabuku.files.wordpress.com/2008/01/putri-cina__ok-copy.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">putri-cina__ok-copy.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
