Mereka yang Menggugah dan Mengubah
Ditulis oleh pencintabuku di/pada Desember 2, 2007
Oleh: Stefanus Akim
Selama ini, citra pemuda di berbagai media sudah terlanjur dicap negatif. Tak hanya menghiasi layar kaca dan headline koran-koran kriminal karena perilaku narkoba, seksualitas, dan tawuran. Bahkan di ranah advertisement atau iklan pun itu digambarkan, ”Yang muda, yang tidak dipercaya”. Meskipun demikian, ternyata masih banyak pemuda yang berkarya dengan segepok prestasi untuk bangsa, termasuk di Kalimantan Barat.
Buku ini memang menyajikan sederet nama pemuda Kalbar yang memiliki prestasi dan menjadi inspirasi bagi yang lain. Buku ini seakan mematahkan, tak semua perilaku pemuda negatif, masih banyak yang bisa berkarya dan berprestasi.
Meskipun menampilkan sederet nama, mulai dari bidang olahraga, seni, akademisi, wirausaha, politisi, aktivis LSM dan seterusnya namun buku ini bukan biografi. Ia lebih banyak menyoroti prestasi, perjuangan serta kerja keras mereka.
Membaca buku ini, kita seakan mendapatkan darah segar untuk terus berjuang dan berusaha. Mereka bisa, mengapa kita tidak? Lihat misalnya Daud ’Cino’ Jordan yang berjuang dari petinju amatir ke profesional. Bahkan dalam waktu dekat akan bergabung dengan Oscar De La Hoya Promotion.
Apakah mereka tak pernah merasa jenuh, capek, bosan atau tiba-tiba muncul rasa malas untuk berlatih? Mereka juga manusia yang sama seperti yang lainnya. Namun mereka terus bangkit mencoba melawan itu semua. Untuk membangkitkan semangatnya, Cino misalnya menonton rekaman petinju-petinju top dunia – yang berisi tentang kehidupan mereka waktu terpuruk tai masih mampu berprestasi. ”Itu yang membuat saya lebih bersemangat, dan perasaan capek dan jenuh itu menghilang,” kata Cino suatu waktu.
Kesuksesan bukan datang begitu saja, bukan seperti durian runtuh. Simak misalnya perjuangan Faqihuddin, ”tukang insinyur” yang menjelma menjadi tukang bakso. Untuk berjualan bakso ia harus bangun pagi-pagi sekali, saat orang lain masih dalam selimut ia harus sudah bergelut dan melawan dinginnya pagi. Setelah barang dagangan siap, ia berangkat sekolah. Sorenya baru mulai mendorong gerobak bakso.
Suhardiman, juragan kuliner Kalimantan Barat memiliki konsep nyeleneh tentang sebuah kesuksesan. Kesuksesan buat dia adalah menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain, ”Kuliah itu bagus, tapi bagi saya tidak. Sekolah memang perlu, tapi yang lebih baik ialah menumbuhkan atau mengembangkan bakat yang ada,” kata Suhardiman.
Mereka juga adalah orang-orang yang tetap konsisten dengan pilihan hidupnya. Tengok misalnya, Zul MS, seorang pelukis Kalbar yang sudah menghasilkan banyak sekali karya. Ia tak pernah berpaling ke profesi lain. ”Ia orang yang konsisten,” ucap temannya di Canopy Kalbar.
Meskipun demikian ia sadar betul apa yang dipilihnya. ”Jadi pelukis harus siap hidup melarat, tapi jangan kaget kalau tiba-tiba jadi orang kaya,” ujarnya.
Memang buku ini sederhana, namun banyak pelajaran positif yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Bahwa masih banyak pemuda yang memiliki prestasi yang tak semata bisa diukur dengan uang. Untuk mencapai tujuan itu memang tak semudah yang dibayangkan, perlu kerja keras dan konsisten dengan tujuan.□
Data Buku:
Judul : Jejak Emas Pemuda Kalimantan Barat
Pengarang : Nina Soraya dan Aini Sulastri
Penerbit : LP2ES 7 KNPI Kalbar
Editor : Yaser Syaifudin & AA. Mering
Cetakan : Pertama, Oktober 2007
Halaman : xii + 160; 20 x 13,5; soft cover
*Edisi Cetak Borneo Tribune 2 Desember 2007
Odop berkata
Semoga buku tersebut mampu menggerakkan generasi muda Kalbar untuk berjuang tanpa lelah. Salam Perubahan…